Langsung ke konten utama

Pemerintah mencabut ribuan penerima bansos tahun 2025 karena penyalahgunaan dana dan ketidaksesuaian data

Evaluasi Bansos 2025: Pemerintah Cabut Ribuan Penerima Tak Layak

Evaluasi Bansos 2025: Pemerintah Cabut Ribuan Penerima Tak Layak

Ditulis Oleh: Dicreative |

Ribuan Data Dicoret: Pemerintah Lakukan Evaluasi Serentak

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret lebih dari 120 ribu penerima bantuan sosial (bansos) pada pertengahan tahun 2025. Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap data penerima dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Menteri Sosial Tri Rismaharini sebelumnya telah menyampaikan bahwa pemutakhiran DTKS akan dilakukan secara berkala untuk mencegah bansos tidak tepat sasaran. Dalam pernyataannya pada 2023 lalu, Risma menekankan:

"Kami sudah mencoret 21 juta data tidak valid, termasuk mereka yang sudah meninggal atau berpindah status ekonomi."
– Tri Rismaharini, Menteri Sosial RI (sumber: CNN Indonesia, 2023)

Alasan Pencabutan: Dari Data Ganda Hingga Penyalahgunaan Dana

Hasil temuan di lapangan menunjukkan berbagai alasan pencabutan nama penerima bansos, antara lain:

  • Penerima sudah tidak memenuhi kriteria ekonomi
  • Adanya data ganda atau fiktif
  • Penggunaan dana bansos untuk belanja konsumtif seperti rokok dan hiburan
  • Warga sudah memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan cukup

Dalam laporan khusus Kompas (2024), ditemukan beberapa kasus di mana penerima bansos menggunakan dana untuk top-up gim online, belanja kosmetik, hingga berjudi secara daring. Ini menjadi sorotan karena bantuan tersebut berasal dari anggaran negara yang ditujukan untuk kebutuhan pokok.

Reaksi Masyarakat dan Pemerhati Sosial

Tindakan pencabutan ini memicu pro dan kontra. Sebagian masyarakat menilai kebijakan ini perlu agar bantuan lebih tepat sasaran, namun sebagian lainnya mengeluhkan kurangnya sosialisasi.

Direktur Eksekutif LSM Sosial Sejahtera, Aulia Rahman, menyatakan:

“Pemerintah harus membuka ruang pengaduan dan klarifikasi. Banyak warga tidak tahu mereka dicoret dan tidak diberi penjelasan.”
– Aulia Rahman, LSM Sosial Sejahtera

Sejumlah daerah kini membuka layanan pengaduan langsung serta hotline agar masyarakat bisa menyampaikan protes atau meminta klarifikasi.

Langkah Perbaikan: Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Kemensos memperkenalkan sistem berbasis digital melalui aplikasi Cek Bansos yang memungkinkan masyarakat melihat status bantuan dan mengajukan usulan atau sanggahan secara mandiri.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan program Bansos Produktif di beberapa provinsi, yakni bantuan sosial yang disertai pelatihan kewirausahaan dan modal usaha kecil.

Pencabutan ribuan data penerima bansos menjadi langkah penting dalam pembaruan sistem kesejahteraan sosial Indonesia. Meskipun tidak lepas dari kontroversi, upaya ini diharapkan menciptakan keadilan sosial dan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.

Perlu sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengawas agar penyaluran bantuan sosial dapat benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan.

Postingan populer dari blog ini

Ciri-Ciri E-Wallet yang Dibekukan dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri E-Wallet yang Dibekukan dan Cara Mengatasinya Ciri-Ciri E-Wallet yang Dibekukan dan Cara Mengatasinya Ketahui apa yang perlu Anda lakukan saat akun dompet digital Anda dibekukan Apa Itu E-Wallet yang Dibekukan? E-wallet atau dompet digital telah menjadi alat pembayaran yang sangat praktis di era digital ini. Dengan menggunakan e-wallet, Anda bisa melakukan berbagai transaksi tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu fisik. Namun, terkadang akun e-wallet Anda bisa dibekukan, yang akan menghambat semua transaksi. Pembekuan ini bisa sangat membingungkan, apalagi jika Anda tidak tahu penyebab atau cara mengatasinya. Dompet digital yang dibekukan berarti Anda tidak bisa menggunakan saldo yang ada di akun untuk berbagai keperluan seperti transfer uang, pembayaran online, atau bahkan menarik dana ke rekening bank Anda. Pembekuan ini bisa terjad...

Truk-Truk dan Bendera One Piece: Simbol Perlawanan atau Sekadar Tren?

Truk-Truk dan Bendera One Piece: Simbol Perlawanan atau Sekadar Tren? Truk-Truk dan Bendera One Piece: Simbol Perlawanan atau Sekadar Tren? Agustus 2025 — Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80, pemandangan tak biasa muncul di sejumlah ruas jalan nasional. Puluhan truk logistik melintas dengan bendera bergambar tengkorak bertopi jerami—simbol dari karakter Luffy dalam anime One Piece . Fenomena ini menjadi perhatian publik dan memicu diskusi di media sosial maupun ranah pemerintahan. Asal-Usul Gerakan Menurut laporan Kompas (7/8/2025), pengibaran bendera ini awalnya dilakukan oleh komunitas sopir truk yang tergabung dalam grup WhatsApp. Mereka menyatakan bahwa simbol tersebut merepresentasikan bentuk protes terhadap kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) yang semakin diperketat. “Kami merasa tak didengar, padahal logistik adalah nadi ekonomi,” ujar seorang sopir dalam wawancara Kompas. Bagi mereka, karakter Luffy—yang mem...

Profil Lengkap Timothy Ronald: Konten Kreator yang Viral karena Ucapan Kontroversial Soal Gym

Profil Lengkap Timothy Ronald: Konten Kreator yang Viral karena Ucapan Kontroversial Soal Gym Profil Lengkap Timothy Ronald: Konten Kreator yang Viral karena Ucapan Kontroversial Soal Gym Ditulis Oleh Dicreative | 8 Agustus 2025 Nama Timothy Ronald mendadak menjadi buah bibir warganet setelah sebuah potongan videonya yang menyinggung aktivitas gym viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, Timothy menyebut gym sebagai aktivitas "paling goblok" — sebuah pernyataan yang langsung menyulut kontroversi dan menuai beragam reaksi dari publik, mulai dari kecaman hingga pembelaan. Namun, di balik kontroversi tersebut, siapa sebenarnya sosok Timothy Ronald? Apa latar belakangnya? Dan bagaimana kariernya terbentuk hingga menjadi salah satu kreator digital yang cukup dikenal di Indonesia? Awal Mula Karier Digital Timothy Ronald mulai dikenal pu...